Social Entrepreneurship

INDISCLASS – SOCIAL ENTREPRENEURSHIP

WITH THE MASTER 

 

GITA WIRJAWAN

(Menteri Perdagangan 2011-2014, Pendiri Ancora Group,

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, & 

Ketua Dewan Penasihat SGPP Indonesia)


Kewirausahaan Kreatif:

“Menyinergikan Bisnis, Kreativitas, dan Kepedulian”

Dimoderasi oleh

Hikmat Darmawan

(Penulis/Kritikus Film)

 

Jumat, 7 Agustus 2020

Pukul 14.00 – 16.00 WIB

IDR 50.000 (Donasi)

*Kuota Terbatas

 

GITA WIRJAWAN

Gita Wirjawan pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan kemudian diangkat menjadi Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Bersatu II, pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga merupakan merupakan pendiri Ancora Group dan Ancora Foundation, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, dan Ketua Dewan Penasihat di Sekolah Tinggi Kepemerintahan dan Kebijakan Publik (SGPP Indonesia).

Di luar sederet pengalaman panjangnya di berbagai jabatan, sosok yang satu ini juga dikenal capak dalam bermain piano. Bahkan ia pernah tampil di konser besar seperti Java Jazz and Bob James Concert, serta piawai menulis lagu untuk beberapa album. 

Kecintaannya pada Indonesia dan semangatnya untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju coba ia wujudkan dengan cara meningkatkan pendidikan masyarakat. Melalui Ancora Foundation, ia telah mensponsori pelatihan ratusan guru di taman kanak-kanak “Sekolah Rakyat Ancora” yang memberikan pelayanan kepada anak-anak kurang mampu di seluruh Indonesia. Gita Wirjawan juga telah menyediakan beasiswa ke sekolah-sekolah ternama di seluruh dunia termasuk di Havard University dan University of Oxford. 

Di bidang olahraga, ia juga memiliki sumbangsih besar untuk Indonesia. Sederet prestasi membanggakan bagi Indonesia berhasil diraih ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum PBSI pada periode 2012-2016, salah satunya adalah medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. 

Melalui program Indisclass Social Entrepreneurship – Indiskop Festival, Gita Wirjawan akan berbagi ilmu, pengetahuan, serta pengalamannya di bidang kewirausahaan kreatif, terutama dalam menyinergikan antara bisnis, kreativitas, serta kepedulian sosial.

INDISCLASS – SOCIAL ENTREPRENEURSHIP

WITH THE MASTER 

 

GAMAL ALBINSAID

(Pendiri Garbage Clinical Insurance)

“Menjalani Profesi, Berinovasi dan Tetap Peduli”

 

Dimoderasi oleh

Laja Lapian

(KADIN DKI Jakarta)

 

Jumat, 14 Agustus 2020

Pukul 14.00 – 16.00 WIB

IDR 50.000 (Donasi)

 

*Kuota Terbatas

 

Gamal Albinsaid, M.Biomed, seorang dokter, inovator kesehatan, dan wirausaha sosial. Dokter lulusan Universitas brawijaya ini sudah mendulang banyak prestasi sejak usia belia. Di masa kuliahnya, Gamal Albinsaid telah meraih 12 penghargaan Ilmiah dari berbagai universitas ternama di Indonesia.

Kisah seorang anak pemulung bernama Khaerunnisa yang meninggal digerobak sampah ayahnya karena sakit diare dan tak mampu berobat, memotivasi dr. Gamal Albinsaid mengembangkan berbagai inovasi kesehatan untuk mencapai visinya membuka akses layanan kesehatan kepada semua orang, termasuk mereka yang kurang mampu melalui Garbage Clinical Insurance. Sebuah asuransi kesehatan mikro yang menggunakan sampah sebagai sumber pembiayaan.

Dengan program ini, Garbage Clinical Insurance memobilisasi sumber daya masyarakat yang terbuang untuk membuka akses pelayanan kesehatan dan menghilangkan penghalang antara fasilitas kesehatan dengan masyarakat. Melalui program ini, masyarakat cukup menyerahkan sampah senilai Rp 10.000 setiap bulan dan mereka akan mendapatkan jaminan kesehatan mulai layanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier, termasuk operasi dan rawat inap. Inovasi lain yang ia kembangkan di antaranya Klinik Asuransi Sampah, InMed, siapapeduli.id, dan berbagai inovasi kesehatan lainnya. 

Kini, di program INDISCLASS – SOCIAL ENTREPRENEURSHIP, ia ingin membagi pengalaman dan gagasannya kepada publik luas untuk bisa bersama-sama membangun gerakan sosial dan kepedulian sosial.

INDISCLASS – SOCIAL ENTREPRENEURSHIP

WITH THE MASTER 

 

SUGENG HANDOKO

(Penggagas Ekowisata di Gunung Kidul)

“Peran Pemuda Membangun Desa”

 

Dimoderasi oleh

Aan Fikriyan

(Creative Marketing and Communication)

 

Jumat, 21 Agustus 2020

Pukul 14.00 – 16.00 WIB

IDR 50.000 (Donasi)

*Kuota Terbatas

 

Sugeng Handoko mungkin layaknya seorang pesulap lihai. Ia mampu mengubah sebuah wilayah di Yogyakarta yang dikenal kerap mengalami kekeringan, menjadi sebuah tempat wisata. Bersama rekan-rekannya di karang taruna, ia menggagas Ekowisata Desa Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta. 

Namun perubahan tersebut memang tak seperti sulap yang dalam sekejap mata bisa mengubah segala hal. Perjuangan dari sosok Pemenang “Mandiri Bersama Mandiri (MBM) Challenge sektor Pariwisata kategori Semi Established tahun 2012” untuk mewujudkan desa wisata tersebut harus ditempuh dengan jalan panjang yang dimulainya dengan memberikan kesadaran dan mengubah kebiasaan masyarakat setempat.

Tak ada rencana yang tak berhasil jika dilakukan dengan hati, semangat, kerja keras, dan keyakinan. Mungkin itulah prinsip pria kelahiran 28 Februari 1988 itu. Sehingga setahun kemudian, tepatnya pada 2008, ia berhasil mewujudkan mimpi tersebut. Rumah warga diubah menjadi homestay, berbagai paket wisata disiapkan untuk para pelancong, dan berbagai lokasi serta kegiatan wisata yang melibatkan warga berhasil dibuat. Outbond, treking gunung, panjat tebing, flying fox, hingga wisata budaya. 

Pengalaman berharga tersebut ingin dibagikan oleh Sugeng Handoko dalam program INDISCLASS – SOCIAL ENTREPRENEURSHIP. Sebuah kesempatan yang berharga bagi kita untuk bisa belajar dan berbagi dengan sosok yang telah mencapai keberhasilan.